Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 WIB, Minggu & Hari Besar Tutup
Pojok Halal membuka peluang untuk menjadi Member HPA, PENDAFTARAN menjadi Member HPA GRATIS Diskon 17-25% khusus untuk Agen, plus poin tuk tiap produk kategori HPA International Order sebelum pukul 15.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama Respon cepat bisa anda dapatkan dengan menghubungi nomor whatsapp admin
Beranda » Artikel Terbaru » Apa yang terjadi saat seseorang mengalami microsleep alias ketiduran singkat?

Apa yang terjadi saat seseorang mengalami microsleep alias ketiduran singkat?

Diposting pada 3 June 2019 oleh pjkhll | Dilihat: 53 kali

Secara sederhana, microsleep terjadi karena otak memasuki kondisi istirahat atau tidur saat tubuh masih beraktivitas dalam kondisi terjaga.
Hal ini disebabkan otak tidak dapat bertahan di antara rasa lelah dan kondisi terjaga. Meskipun demikian, tidak semua bagian otak tertidur.

Suatu studi menemukan bahwa gejala microsleep diakibatkan berkurangnya aktivitas otak bagian thalamus yang berperan dalam meneruskan respon ke bagian anggota gerak.

Thalamus juga berperan dalam mengatur mekanisme tertidur sehingga adanya penurunan aktivitas dapat dengan mudah membuat seseorang tertidur.

Di sisi lain, bagian otak yang memproses stimulus dari saraf tetap bekerja dan mengalami peningkatan aktivitas sehingga menyebabkan lobus parietal otak menjadi bagian utama untuk mengembalikan kesadaran.

Tidur Singkat
Microsleep dapat menyebabkan kecelakaan

Dalam keadaan normal, otak dapat menangkap dan memproses berbagai stimulus, sedangkan jika mengalami kelelahan terjadi pemurunan konsentrasi sehingga fungsi ini menjadi lebih terbatas terhadap stimulus yang lebih kuat. Itulah sebabnya pekerjaan yang monoton akan lebih mungkin menimbulkan rasa kantuk terutama saat kekurangan waktu tidur.

Hal ini tentu saja akan sangat berbahaya saat kita kehilangan kesadaran saat sedang mengendarai kendaraan karena tidak dapat mengontrol arah dan laju kendaraan. Pada kenyataanya, tertidur saat sedang berkendara adalah penyebab umum kecelakaan lalu lintas. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi otak saat kekurangan tidur yang menyebabkan seseorang menjadi lebih tidak sabaran, sulit mengambil keputusan dan menurunkan kemampuan dalam beraktivitas.

Tidak hanya merugikan secara finansial, kecelakaan akibat mengantuk sering kali menyebabkan kematian banyak orang. Fenomena microsleep sendiri pernah tercatat sebagai penyebab utama human error pada tragedi di dunia pada tahun 1980-an, di antaranya ledakan nuklir di Chernobyl, kebocoran minyak kapal Exxon Valdez di Alaska, dan tragedi pesawat luar angkasa NASA.

Faktor-faktor yang membuat Anda berisiko mengalami microsleep
Tidak semua rasa kantuk menyebabkan seseorang mengalami microsleep, namun terdapat beberapa hal meningkatkan risiko Anda mengalami microsleep:

1. Gangguan tidur – penurunan kinerja otak pada siang hari dapat disebabkan gangguan tidur yang menurunkan kuantitas dan kualitas waktu tidur seperti insomnia dan sleep apnea.

2. Memiliki utang tidur – pada umumnya waktu tidur malam yang kurang dari 6 jam menyebabkan Anda memiliki hutang tidur dan hal ini dapat terakumulasi sebelum Anda tertidur sesuai dengan jam tidur yang kurang. Banyaknya hutang tidur akan meningkatkan risiko mengalami microsleep sewaktu-waktu.

3. Kerja shift malam – tidak hanya mengurangi waktu tidur, pola kerja shift juga memicu pergeseran waktu tidur. Microsleep sangat mungkin terjadi saat masa transisi waktu tidur.

4. Pengobatan – mengantuk adalah efek samping yang umum dalam beberapa pengobatan dan dapat memperburuk rasa kantuk saat Anda juga kekurangan waktu tidur.
Yang perlu dilakukan untuk menghindari microsleeps

Beberapa hal untuk menghindari microsleeps terutama saat jika Anda sedang atau akan berkendara:

1. Microsleeps dapat dihindari dengan memenuhi kebutuhan waktu tidur 7-9 jam, berhati-hatilah jika Anda hanya tidur kurang dari 6 jam saat malam hari.

2. Saat merasa lelah atau mengantuk segera berhenti dan gunakan waktu untuk tertidur sejenak, jika Anda sedang berkendara jarak jauh beristirahatlah setiap 1-2 jam sekali.
3. Konsumsi kopi namun beri jarak waktu sebelum mengemudi, pada umumnya kopi memberikan efek 30 menit setelah dikonsumsi.

4. Lakukan aktivitas yang membuat Anda tetap terjaga seperti mengobrol saat berkendara atau gunakan jenis transportasi umum yang memungkinkan Anda untuk berjalan dan berdiri.

 

Bagikan informasi tentang Apa yang terjadi saat seseorang mengalami microsleep alias ketiduran singkat? kepada teman atau kerabat Anda.

Apa yang terjadi saat seseorang mengalami microsleep alias ketiduran singkat? | Pojok Halal

Belum ada komentar untuk Apa yang terjadi saat seseorang mengalami microsleep alias ketiduran singkat?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
QUICK ORDER
Radix Kapsul | Herba Kejantanan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

radix kapsul Rp 150.000
Ready Stock / 125-30
Rp 150.000
Ready Stock / 125-30
QUICK ORDER
G-SEA CUCUMBER EKSTRAK GAMAT PAK HAJI

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Gamat HPA Rp 120.000
Ready Stock / 105-20
Rp 120.000
Ready Stock / 105-20
Popular!
QUICK ORDER
Slim Lemon Murni Sari Lemon HPA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 100.000
Ready Stock / 90-10
Rp 100.000
Ready Stock / 90-10
SIDEBAR